Rabu, 18 Desember 2013
Senin, 02 Desember 2013
COLOR MANAGEMENT ACADEMY
Tanpa Color Management System (What You See is NOT What You Get)
Dengan Color Management System (What You See is What You Get)
Dengan Color Management System (What You See is What You Get)
Apakah Anda mengalami masalah-masalh dibawah ini?
- Monitor yang satu berbeda dengan yang lain?
- Apakah Monitor Anda berbeda dengan hasil Printer?
- Monitor beda dengan hasil cetak
Mari jujur dan berhitung...
- Apakah Anda mengalami kesulitan mencapai hasil cetak sesuia keinginan customer?
- Apakah banyak biaya dan waktu yang terbuang percuma untuk mendapatkan warna cetak yang sesuai?
- Apakah warna hasil proof digital dan hasil cetak anda berbeda?
Anda mengiginkan Color Management System berjalan baik di tempat Anda?
IKUTI TRAINING COLOR MANAGEMENT ACADEMY DI Link & Match Graphic
IKUTI TRAINING COLOR MANAGEMENT ACADEMY DI Link & Match Graphic
A. Basic Color Management (teori & simulasi)
- Color Management for Photography
- Color Management for Sales / Marketing / Print buyer
- Color Management for Printing Offset
- Color Management for Desainer
- Color Management for Packaging (gravure / flexo)
- Color Management for Digital Printing
Durasi : 1 x 3 jam
Outline : - Teori Warna
- Komunikasi Warna
- Advanced Color Management (Practical)
- Advanced Color Management for Printing Offset
- Advanced Color Management for Packaging
- Advanced Color Management for Digital Printing
Durasi : 1 x 3 jam
Outline : - Print Color Management
> Monitor Callibration
> Printer Callibration
> Process Callibration
- Print Color Management pada Photography
- Rahasia sukses CMM
PENDUKUNG COLOR MANAGEMENT
- Pre press Academy
> Standard file design
> Edit PDF
> File Ready-to-Print
> Pre press secret
- Press Academy
> Printing Quality
> Press room & Material
- Konsultasi ISO
> Implementasi ISO 9001 - 2000
> Implementasi ISO 12647 - 2
TOPIK-TOPIK SEMINAR
- The Power of Color
- Color Confidence in Graphic Industry
- The Secret of Color Management
- Rahasia Sukses Color Management
- Creativity on Print
- Trend Industry in Graphic Arts
- Color Management Awareness
Kamis, 24 Oktober 2013
PANTONE Plastic Standard Chips Color Collection
PANTONE Plastic Standard Chips allow precise color specification, matching and control in the development of plastic products, including; toys, consumer electronics, home furnishings, appliances, accessories and more, across multiple plastic substrates.
PANTONE Plastic Standard Chips Color Collection Volume 1 contains 154 of PANTONE's most sought-after colors selected from the PANTONE PLUS SERIES (PANTONE MATCHING SYSTEM) and the PANTONE FASHION & HOME Color Systems.
The set includes important selections from all major colour families, key trending neutrals – blacks, grays and whites – plus desirable special-effect metallics and neons. PANTONE Color Collection Volume 1 comes in this attractive tabletop display.
PANTONE Plastic Standard Chips features:
- Larger chip measures 3” x 1-7/8” in size
- Chips have both gloss and matte finishes and tiered thickness of 1mm and 2mm to allow for colour visualization
- Each chip is identified with the appropriate PANTONE Color name and number
- Polypropylene substrate closely aligns with common real-world production materials ensuring accurate colour reproduction; pigment formulations are also available in other plastic resins
- Includes hole in top corner to enable palette grouping on rings
- Pigment formulations included
PANTONE Fashion & Home Nylon Brights Set
PANTONE Fashion & Home Nylon Brights Set – Introduce nylon vibrancy and a real burst of colour to your creativity!
The PANTONE Fashion & Home Nylon Brights Set offers a collection of nylon swatches in the 21 most shocking fluorescent shades for designers developing creative responses in nylon materials.The PANTONE Fashion & Home Nylon Brights Set provides an internationally recognised standard for accurate colour selection, specification and reproduction. It is easy to use and is conveniently packaged as large and visual 1¼” x 4” loose format nylon swatches on a single ring bind for easy removability, comparison and the building of a ‘colour story’.
The PANTONE Fashion & Home Nylon Brights Set offers a great source of inspiration, in that the 21 hot nylon shades can be applied on their own or creatively blended with colours from other PANTONE Fashion & Home resources for more intense colour schemes and greater impact.
The PANTONE Fashion & Home Nylon Brights Set also comes complete with a BHT-free amber UV pouch to protect the resource whilst not in use.
PANTONE Fashion & Home Nylon Brights Set, offers numerous benefits, including:
- 21 of the key PANTONE fluorescent colours for accurate colour selection, specification and reproduction
- 1¼” x 4” loose format nylon swatches on a single ring for easy removability
- Complete with a protective, BHT-free amber UV pouch
- All colours are conveniently arranged by colour family
- Includes PANTONE COLOR MANAGER Software, which automatically updates all PANTONE libraries for use in all major design applications
Senin, 21 Oktober 2013
Menciptakan Efisiensi Dalam Lingkungan Kerja Melalui 5S
"Wow.. Rapi dan bersih sekali ruang Pracetak dan Cetaknya, Pak!! Saking bersihnya mungkin lalat saja bisa terpeleset kali ya.. he he”, ujar saya saat melakukan Inhouse Training & Konsultasi di sebuah percetakan besar di Surabaya yang sudah mendapat ISO 9001 : 2008.
Kemudian saya melanjutkan diskusi dengan Manager Produksi tentang bagaimana masalah kebersihan, kerapian, dan kenyamanan di lingkup kerja Percetakan bisa terbentuk? Bertahun-tahun saya bekerja dalam Industri Grafika, mungkin bisa dihitung dengan jari, lingkungan percetakan yang benar-benar bersih, rapi, dan nyaman.
Dalam proses pelaksanaan ISO 9001- 2008 yang sedang saya geluti saat ini, masalah 5 S sangatlah penting untuk diterapkan menjadi budaya kerja setiap orang di dalamnya. 5 S adalah program yang diterapkan oleh perusahaan Jepang dalam pengendalian lingkungan kerja. Konsepnya adalah bagaimana lokasi kerja dikelola dan bagaimana pekerja memelihara lokasi kerjanya. 5S adalah singkatan dari Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, dan Shitsuke (bahasa Jepang), yang dalam bahasa Indonesia sering dikenal dengan 5 R, yaitu Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin. Di bawah ini merupakan penjabaran tentang 5S:
- Seiri (Ringkas)Seiri berarti membedakan antara barang yang diperlukan dengan yang tidak diperlukan. Ada banyak teori tentang cara memilah pekerjaan. Intinya adalah membagi segala sesuatu sesuai urutan kepentingannya. Kemudian siapkan manajemen berdasarkan kelompok prioritas. Buang barang yang kurang diperlukan, sehingga kita dapat berkonsentrasi terhadap barang yang benar-benar penting dan memerlukan perhatian Kita. Di tempat kerja, kita memiliki setumpuk kertas. Kita seringkali berdalih bahwa suatu hari kelak kita akan membutuhkan kertas-kertas itu. Kita menyimpan barang dengan anggapan akan berguna SEANDAINYA diperlukan. Sebenarnya apa yang harus kita lakukan adalah memutuskan dengan tegas bahwa kita harus membedakan antara yang diperlukan dengan yang tidak.
- Seiton (Rapi)Seiton berarti menyimpan barang di tempat yang tepat atau dalam tata letak yang benar, sehingga dapat dipergunakan dalam keadaan mendadak. Ini merupakan cara untuk mempersingkat atau menghilangkan waktu untuk melakukan proses pencarian. Jika segala sesuatu disimpan di tempatnya demi mutu dan keamanan, berarti kita memiliki tempat kerja yang rapi. Penyimpanan harus didasarkan pada seberapa banyak yang kita tangani, dan seberapa cepat kita menemukannya saat diperlukan. Kita bukan saja harus berpikir tentang efi siensi, tapi juga harus bicara tentang mutu, yaitu jangan sampai berkarat, rusak, penyok, berubah bentuk, dan sebagainya. Faktor keamanan juga harus diperhatikan.
- Seiso (Resik)Seiso berarti membersihkan lebih dari sekedar membuat barang bersih. Hal ini lebih merupakan komitmen untuk bertanggung jawab atas segala aspek barang yang kita pergunakan, dan untuk memastikan semua barang selalu berada dalam kondisi prima. Jangan berpikir bahwa pembersihan adalah pekerjaan yang melelahkan. Sebaliknya, kita harus memandangnya sebagai suatu bentuk pemeriksaan dan pencegahan. Dengan meningkatnya kecanggihan produk industri modern, debu, kotoran, bahan asing, bunyi suara mesin yang keras dan masalah lain kemungkinan besar dapat mengakibatkan barang cacat, macet, bahkan kecelakaan kerja. Pembersihan adalah jawabannya. Pembersihan harus dipandang sebagai cara untuk menghilangkan penyebab masalah satu demi satu.
- Seiketsu (Rawat)Seiketsu berarti aktivitas yang terstandarisasi dan teratur untuk memastikan bahwa siklus 5S terpelihara. Untuk memudahkan pekerjaan sehari-hari, kita memerlukan alat bantu identifikasi dalam kontrol visual. Sebenarnya kita sudah melakukannya, misalnya sistem penamaan folder/binder untuk file data, penyusunan CD dirak, jadwal pembersihan, dll.
- Shitsuke (Rajin)Shitsuke berarti komitmen masing-masing individu untuk mematuhi peraturan secara konsisten. Tim yang baik bermain dengan menaati peraturan. Setiap orang harus bekerja sama, berpikir bersama, dan bertindak bersama untuk membentuk tim yang kuat. Makin banyak pekerjaan, semakin penting kerja sama karena kesalahan terkecil sekalipun dapat berakibat fatal. Sistem, prosedur, dan peraturan harus dipatuhi oleh seluruh anggota tim. Setiap orang harus berhati-hati untuk melakukan pekerjaan masing-masing dengan benar. Hasil akhirnya adalah setiap orang bekerja sama memperkuat tim dan memperkuat perusahaan. Caranya adalah dengan menciptakantempat kerja yang disiplin melalui membiasakan (sistematisasi) perilaku jika menginginkan hasil yang terbaik, memperbaiki komunikasi dan pelatihan untuk memperoleh mutu yang terjamin, mengatur segala sesuatu sehingga setiap orangmerasa bertanggung jawab atas apa yang mereka kerjakan.
PDF Sebagai Format File Masa Depan
PDF singkatan dari Portable Document Format, yaitu format yang bersifat universal dan mampu menyimpan (meng-embed) gambar, font dan vektor dalam satu file dan merupakan cross platform file (data yang bisa dibuka di PC atau Macintosh).
Apa Kelebihan PDF?
Saat ini ada beberapa alasan mengapa dalam industry grafika menggunakan file PDF dalam pekerjaan mereka, diantaranya:
- Besar data file PDF relative jauh lebih kecil dibandingkan besar data file asli atau native file-nya.
- File PDF bersifat cross platform, artinya dapat dibuka di PC maupun diMacintosh.
- File PDF berupa single file karena dapat meng-embed font, image dan vektor didalam satu file, sehingga tidak perlu dilampirkan lagi link-linknya.
- Tidak diperlukan software aslinya lagi (indesign, illustrator, freehand)
- File PDF bersifat Independent dan universal file, sehingga dengan file yang sama dapat digunakan untuk berbagai keperluan.
Bagaimana cara menghasilkan PDF File?
PDF yang kita temui pada dasarnya ada 2 macam, yaitu PDF low res (dibuat oleh PDF maker atau PDF writer saat pembuatannya) dan PDF High-res (dibuat oleh PDF Distiller saat pembuatannya). PDF low res digunakan untuk keperluan office dan website maupun email, sementara untuk produksi cetak dan digital printing file PDF-nya haruslah PDF high-res.
Ada 3 cara membuat file PDF high res, antara lain :
- Membuat file Postscript terlebih dahulu lalu dilanjutkan dengan mengkonversi file tersebut melalui Acrobat Distiller.
- Menggunakan Adobe PDF Printer. Kita dapat membuat file PDF dari setiap aplikasi dengan cara memilih menú Print”.
- Menggunakan menu Save As atau Export dari dokumen aslinya. Metode ini bisa dilakukan dari aplikasi seperti Adobe CS ke atas.
Untuk lebih jelasnya dalam langkah pembuatan file PDF yang benar, Anda dapat membeli buku PDF Simplify terbitan Link&Match Graphic hanya seharga Rp. 100.000,-
Kamis, 17 Oktober 2013
PANTONE PLUS SOLID Guide Set
The complete solid colour guide collection from the PANTONE PLUS SERIES – over 4,000 colours for print, packaging, web, video, animation and more. Now with 336 new colors!
Featuring:
- 1,677 solid PANTONE Colors
- 300 new premium metallic colors, formulated with non-leafing, coatable inks
- 301 luminescent metallic colors
- Broad palette of 154 pastels and 56 neons
Indispensable for multimedia graphic designers, pre-press and printers, the PANTONE SOLID Guide Set features the complete array of spot colour choices – 1,677 market-proven SOLID Colors, 154 cool PASTELS, 56 hot NEONS, 300 dazzling PREMIUM METALLICS and 301 lustrous metallics in six chromatically arranged fan guides.
The PANTONE SOLID Color Set provides the widest selection of solid colour choices for colour and design professionals who demand choice, versatility and speed. Ink mixing formulas are provided. Compatible with today’s digital workflows. Text weight paper is used, to match popular print specifications. Includes lighting evaluation tool and design software.
The set includes:
- FORMULA GUIDE Solid Coated
- FORMULA GUIDE Solid Uncoated
- FORMULA GUIDE SUPPLEMENT Solid Coated and Uncoated - 336 New Colors
- PREMIUM METALLICS Coated
- Metallics Coated
- PASTELS & NEONS Coated & Uncoated
This product is eligible to receive a free download of PANTONE COLOR MANAGER Software upon product registration.
Rabu, 16 Oktober 2013
Pantone Specialty Metallics & Pearlescents
Keep current with the latest product colour trends with our new specialty colour collection for cosmetics, accessories, fashion, housewares, electronics and more!
Pantone Specialty Metallics & Pearlescents is a brand new collection of 175 luxurious colours for products and any other applications where metallic colours are applied to a product or surface.
The palette in this collection was carefully selected to meet the tremendous consumer demand for metallic and lustrous product finishes. These high-trending colours provide a broad range of colour inspiration and on-target direction to designers, product developers and manufacturers.
Metallic Colors
The new collection features 117 metallic colours created using a 12% aluminum flake as a base. Metallic flake reflects light without changing its wavelength, adding depth and vibrant visual interest without altering the perceived colour.
Pearlescent Colors
The 58 pearlescent colours in the palette were created using both a 12% metallic flake plus a pearl (mica) base. Mica refracts light into analogous wavelengths, creating subtle pearlescent shifts in the perceived colour for a rich, lustrous look.
Features and Benefits:
- 175 colours numbered from 20-0001 to 20-9999
- Metallic colours have an SM suffix; Pearlescent colours have an SMP suffix
- A six-digit Colour Number identifies each PANTONE Colour for easy specification
- Chromatically arranged fan guide for intuitive selection
- Colours are named to guide inspiration
- Colours were developed to present the best colour match when evaluated under D65 (Daylight 6500K) lighting
i1 Display Pro
The X-Rite i1Display Pro is an ideal solution for those requiring a professional standard display calibration and in-depth analysis of one, or more monitors, and also projectors. Using X-Rite’s next-generation i1Profiler software, its ‘advanced mode’ will allow you to define specific options for a custom profile, as well as offering in-depth, quality assurance results for complete flexibility and control.
Manufacturer Description:
- Supports all displays, including wide gamut monitors
- Display quality check and trending over time
- Intuitive, with a 5 times quicker than standard, measurement speed
- PANTONE spot color optimisation
- Consistently accurate on-screen colour for total peace of mind
The X-Rite i1Display Pro offers professional levels of display calibration for the most discerning photographers, designers and imaging professionals, looking for the highest standards of on-screen colour accuracy for displays, laptops and projectors.
The i1Display Pro uses the next-generation of i1Profiler software and offers a choice of ‘basic’ or ‘advanced’ modes for the ultimate in flexible control. The ‘basic’ mode offers a wizard-driven interface, with pre-defined options for the quickest path to professional on-screen colour. The ‘advanced’ mode offers user-defined options for more sophisticated profiling workflows, together with display testing and quality assurance tools.
The i1Display Pro boasts ultra-modern design and incorporates the functions of monitor and projector profiling within a sleek, compact and fully integrated device.
The i1Display Pro also allows you to create custom patch sets to optimise your profiles. You can select a combination of patch set sizes, extract colours from specific images or PANTONE spot colours, chosen from the included PANTONE Color Manager Software.
The i1Display Pro offers new functions and features providing easy, accurate and professional standard display calibration, including:
- Automatic Display Control (ADC)Adjusts your display hardware to speed up the whole process and eliminate manual adjustments
- Advanced Filter & Optical SystemsFor unrivalled colour accuracy
- i1Profiler InterfaceWith ‘Basic’ and ‘Advanced’ modes for the ultimate in flexible control
- Ambient Light Smart ControlOptimises profiles based on lighting conditions
- Flare Correct™
Measures and adjusts your display profile for reduced contrast ratios caused by glare on your screen, to ensure totally accurate results - FasterFive times faster than other devices
- Advanced Profile SettingsProvide flexibility and control
- Profile OptimisationFor user-defined, or PANTONE spot colours
- Multiple Monitor
and Workgroup profiling - Quality AssuranceMonitor uniformity, PASS/FAIL, deltaE tests and colour accuracy trending over time
- ProjectorsQuickly and accurately create projector profiles and see your images on the ‘big screen’ with complete colour confidence
- SupportTechnologically advanced filter and optical systems delivers unrivalled calibration for the latest displays, including LED & Wide Gamut monitors
- Field UpgradeableSpectral calibration makes the i1Display Pro ‘upgradeable in the field’ so is future proofed to support forthcoming monitor technology
- Peace of MindWith a 2-year warranty
CHANGE your MINDSET
Brian Tracy berkata pada bukunya yang berjudul "Change Your Mindset, Change Your Life". UBAH POLA PIKIR Anda maka akan merubah hidup anda. Pola pikir seseorang akan memengaruhi EMOSI dan emosi akan memengaruhi TINDAKAN dan tindakan akan memengaruhi hasil.
Demikian juga halnya dengan WARNA yang merupakan salah satu KEY POINT penting dalam industri Grafika. Ada beberapa mindset/pola pikir yang KURANG TEPAT untuk tetap di pegang di era digital saat ini.
Perubahan teknologi, sistem kerja permintaan, kebutuhan customer, dan lain sebagainya menuntut pula perubahan POLA PIKIR setiap orang yang terlibat dalam proses produksi dalam Industri Grafika, diantaranya adalah:
- Mesin cetak bisa "MENGEJAR WARNA" atau "KOREKSI WARNA"Pola pikir ini terbentuk di era Computer to Film (CtF), dimana percetakan hanya menerima film separasi warna dan progressive proof/printer proof dari kliennya, sehingga percetakan harus memenuhi keinginan klien dan "MENGEJAR WARNA" sedemikian rupa. Namun pada era digital dan era Computer to Plate (CtP) dan Direct Imanging, konsep tersebut tidak berlaku lagi karena sudah munculnya konsep "Standarisasi" dan Standar Internasional.
- Urusan Warna adalah Urusan PercetakanPola pikir inipun sudahtidak tepat lagi, karena pada saat ini dengan adanya tuntutan kecepatan dan harga bersaing, maka perlu ada kerjasama antara yang membuat dan yang mempersiapkan file digital dengan yang memproduksi/mencetak file tersebut. Komunikasi warna yang efektif harus dibangun oleh kedua pihak pada akhirnya mencapai "WIN-WIN SOLUTION".
- Kalau sudah beli Software dan Hardware Color Management, maka semua pasalah pasti beres
Pola pikir ini tidaklah tepat, dikarenakan ibarat sebuah parasut, jika tidak dibuka maka tidak dapat berfungsi. Software dan Hardware Color Management pun jika tidak digunakan dan di praktekkan dengan benar dan terkontrol maka hasilnya pun tidak optimal dan tetap muncul masalah. - Desainer Grafis TIDAK PERLU belajar tentang Proses Produksi Cetak
Tentu saja pola pikir ini berlaku buat para Desainer Grafis yang mau melewatkan "PELUANG" menjadi desainer grafis profesional. Seorang Desainer Grafis Profesional "TAU PERSIS" dan bertanggung jawab terhadap hasil akhir produk yang di desainnya (punya tim yang memahami Print Production). Bukan sekedar bagus di monitor maupun digital proof saja, tetapi juga bagus sampai hasil cetaknya. Dengan mengetahui proses produksi, maka seorang Desainer Grafis bisa berkomunikasi dan mengantisipasi masalah-masalah yang mungkin terjadi - Color Management itu RIBET
Hahaha, itu persis sama dengan pendapat saya beberapa tahun yang lalu, tetapi untungnya istilah Color Management itu RIBET sudah saya ganti dengan Color Management itu Mudah dan Asyik. Mengapa? Simple saja, karena kalau orang saudah tau konsepnya, punya software dan hardware-nya, lalu bekerja sama dengan spesialisnya, maka tentu tidak sulit. Sulit ketika kita tidak paham dan tidak mengimplementasikannya dengan benar. Dan jangan lupa pastinya salah satu BENEFIT dari Color Management adalah membuat hidup anda lebih mudah punya waktu luang untuk hal-hal yang lebih penting (refreshing, dll).
Anda ingin mengubah masalah-masalah warna menjadi BENEFIT yang bisa menjadi KEUNGGULAN PERUSAHAAN atau pekerjaan anda? UBAH MINDSET ANDA!! Dan mari bekerja sama dengan Color Management Solution.
STAY POSITIVE
STAY STRONG
Mesin Koreksi Warna TERMAHAL di Dunia (Mesin cetak mahal-mahal kok malah untuk koreksi warna?)
Semangat pagi Bapak Bapak.
Apa kabar?
Senang sekali pagi ini saya bisa bertemu dengan
Team hebat yang ada di Percetakan…….
(biasanya peserta akan tersenyum senyum malu dan senang, he. he…)
Hari ini kita akan belajar
Dalam perjalanan pulang sehabis memberikan training, saya merenung sejenak. Mengapa ya banyak terjadi di Bagian cetak, seringkali orang mengejar-ngejar warna dan melakukan koreksi warna demi tercapainya warna sesuai keinginan pelanggan?
Saya menemukan ada beberapa alasan:
Apa kabar?
Senang sekali pagi ini saya bisa bertemu dengan
Team hebat yang ada di Percetakan…….
(biasanya peserta akan tersenyum senyum malu dan senang, he. he…)
Hari ini kita akan belajar
- Bagaimana Mesin Cetak yang harganya Milyard-an rupiah tidak lagi berfungsi sebagai Mesin Koreksi warna, melainkan sebagai mesin Cetak yang hanya Mencetak titik raster yang sudah ada dipelat cetak secara normal sesuai Standard cetak
- Bagaimana menghindari “susah dapat warna yang tepat atau mengejar warna di mesin cetak”
- Meningkatkan efisiensi kerja. Mengurangi masalah-masalah yang seringkali menyebabkan revisi, ulang di pracetak maupun desain
Apakah Anda semua siap?
Siap…..bu! (dengan suara lantang ala tentara, he..he…)
Kira kira begitulah saat saya memmberikan Inhouse Training di percetakan-percetakan dalam topik Print Color Management, dimana kita akan melakukan suatu proses Standarisasi dan Kalibrasi mulai dari Cetak, Pracetak, Desain dan Komunikasi dengan Klien. Yang selalu menarik saat pelatihan tersebut adalah tatkala saya mengatakan statement bahwa:
Seharusnya bagian cetak tidak boleh melakukan koreksi warna dan mengejar-ngejar warna sesuai Contoh klien. Melainkan mencetak secara normal sesuai Standard Cetak. Apabila warna tidak sesuai, maka yang harus diperhatikan adalah Proses di Pracetak dan Pembuatan digital file dari awalnya dan juga proses pembuatan Proofnya.
Yes, Yes, Yes …dalam seketika lima belas orang bagian cetak berdiri sambil tertawa dan menunjuk nunjuk rekan rekan pracetak dan desain. Sebagian ada yang memukul mukul meja sangkin senangnya mendengar Statement saya tadi.
Sayapun tersenyum senyum melihat suasana kelas yang heboh. Lalu saya bertanya, memangnya kenapa, kok heboh sekali bagian cetak?
Lalu mereka menjawab, selama ini apabila warna cetak tidak sesuai dengan contoh dari klien atau marketing (contoh proof berasal dari inkjet printer biasa yang tidak dikalibrasi) maka bagian cetak “diwajibkan” mengejar warna dan melakukan koreksi warna sedemikian rupa hingga warna dapat. Misalkan ada gambar warna merahnya tidak sesuai dengan proof, maka yang harusnya standard density cetak Magenta 1.4, akhirnya harus dinaikan sampai “setebal-tebalnya” yang kemudian diikuti masalah cetakan jadi kotor dan sebagainya, pokoknya “stress” deh bu…… (curhat ni yee…)
Kadang dimesin cetak, untuk mencari warna yang tepat (make ready time) yang biasanya 10 menit terkadang bisa hampir 1,5 jam sendiri, itupun kadang tidak sesuai juga warnanya. Kita bingung bu. Kata orang desain dan prepress, mereka bekerja apa adanya sesuai Data digital dari klien, tidak dirubah rubah. Kita (bagian cetak) selalu jadi kambing hitamnya bu.., cape deh… jawab salah saorang dari bagian cetak.Baik. Baik…Justru selama tiga hari pelatihan ini, kita akan sama sama mengidentifikasi permasalahan dan melakukan suatu perbaikan serta membuat suatu standarisasi dan Standard Operating Procedure yang lebih tepat. Saya mengingatkan bahwa Antar department tidak boleh saling menyalahkan, melainkan harus bekerjasama dan bersinergi menghasilkan hasil cetak yang terbaik.
Dalam perjalanan pulang sehabis memberikan training, saya merenung sejenak. Mengapa ya banyak terjadi di Bagian cetak, seringkali orang mengejar-ngejar warna dan melakukan koreksi warna demi tercapainya warna sesuai keinginan pelanggan?
Saya menemukan ada beberapa alasan:
- Dulu (sebelum tahun 2000) diera jaman Imagesetter (Computer to Film) umumnya bagian cetak hanya menerima film separasi dan contoh proof dari mesin progressive proof yang sifatnya seperti mesin cetak. Sehingga warna proofnya sangat mendekati hasil cetak sebenarnya.
- Setelah memasuki era CtP (computer to Plate) klien datang membawa data digital dan proof warna dari inkjet printer dikantornya yang tidak dikalibarsi dan notabene tikda bisa dijadikan standard Proof untuk patokan cetak. Dan sayangnya hal ini belum tersosialisasi dengan baik di kalangan desainer grafis maupun klien.
Oleh karena itu masalah tentang warna tidak ada pernah habis habisnya. Solusinya hanya satu, Percetakan harus terlebih dulu mengimplementasi Color Management System baru selanjutnya bisa mengarahkan kliennya.
Saya, Anne Dameria dan semua team di Link & Match Graphics berkomitmen untuk membagikan Rahasia Sukses Color Management ke seluruh Indonesia. Supaya Orang Indonesia juga mampu berkompetisi mengerjakan projek projek Multi nasional.
Kita harus bisa dan pasti bisa,Let’s do it! Togather We Can!Salam Sukses bagi kita semua!
Color Communication
Sebuah apel jika ditanya kepada empat orang yang berbeda mungkin akan dijawab dengan empat persepsi yang berbeda, seperti percakapan tentang warna pada kalimat di bawah ini:
"Wah menurut saya itu apel itu berwarna merah terang!”
kata Santi, seorang Desainer Grafis"
"Wah itu sih... M100, Y100 dan Cyan 20 seperti di color chart ini"
kata Kepala Produksi Cetak
"Well... merahnya apel itu mirip merah PDI Perjuangan."
bantah Pak Sukardi, seorang Klien Advertising.
"Bukan!! sanggah Budi, seorang Sales Percetakan. “Itu sih warna merah cabe”
Komunikasi warna dalam industri grafika sangatlah penting karena ternyata “menyebut warna” secara verbal bisa mengandung persepsi dan interpretasi yang berbeda-beda bagi tiap orang. Bila proses komunikasi warna tiap-tiap orang yang terlibat dalam alur Proses Grafika tersebut kurang tepat, maka hasil akhir dari Produksi Cetak akan tidak sesuai dengan harapan klien. Hal ini tentu sangat merugikan dalam segi biaya, waktu, tenaga, hubungan kerjasama satu sama lain.
Dalam Industri Grafika, mulai dari ide hingga produksi cetak melibatkan beberapa tahap dan proses yang saling terkait:
- Pertama Klien, menentukan pesan dan gambaran menyeluruh yang diinginkannya dan diberikan kepada Graphic Designer.
- Graphic Desainer menyediakan konsep desain yang terdiri dari gambar digital, layout, teks dan graphics lewat software Desain Grafi s di komputer. setelah disetujui dan di ACC oleh Klien, data digital tersebut dibawa ke Repro House.
- Repro House (Prepress Service Provider) mengubah data digital tersebut ke dalam bentuk film separasi warna/pelat cetak dan proof warna (berupa Digital Proof atau Progressive Proof) untuk di bawa ke percetakan.
- Percetakan memberikan jasa cetak hingga fi nishing dalam oplah yang diinginkan Customer, namun warna harus mengikuti contoh Proof Warna yang diberikan oleh Desainer.
Tantangan dalam Komunikasi warna adalah bagaimana menjaga inti pesan dari customer agar dapat sesuai dengan hasil akhir produksi cetak lewat berbagai proses dengan baik dan Bagaimana mengontrol warna di setiap proses dalam mencapai warna dan hasil yang sesuai.
Prinsip Dasar Warna
Warna merupakan fenomena yang terjadi karena adanya tiga komponen yaitu Cahaya, Objek dan Observer/pengamat (dapat berupa mata kita ataupun alat ukur). Dalam ruang gelap, kita tidak dapat mengenali warna. Bila tidak ada objek, maka warna juga tidak ada.. Demikian pula jika kita menutup mata/terjadi gangguan mata, kita pun tidak bisa melihat warna sebuah objek dengan sempurna. Bila sedikit saja ada perubahan pada salah satu komponen tersebut, maka akan dapat berpengaruh pada persepsi warna yang dihasilkan. Kalau Mata manusia sangat bersifat subjective dalam menilai dan melihat warna, maka Alat ukur dapat bersifat objektif dalam menilai warna.
Bagaimana Komunikasi Warna yang baik dalam
Industri Grafika?
- Perlu Pengukuran dan Pengontrolan Warna yang ketat dan benar pada setiap Peralatan dalam Alur Kerja yang digunakan serta kerjasama yang baik antara klien, dan produksi cetak dalam komuniksi warna.
- Standard Cahaya Putih secara Internasional adalah sumber cahaya dengan color temperature 5000 Kelvin, maka dapat menggunakan Color Viewing Booth dalam menganalisa warna secara objektif.
- Mata manusia bersifat subjective dalam menilai suatu warna. Untuk itu, sebaiknya digunakan alat Ukur Spectrophotometer bersifat objective dalam menilai warna.
- Gunakan Terminologi warna dan tools yang tepat dalam berkomunikasi warna, misalkan Color Chart atau Pantone Chart.
Selasa, 15 Oktober 2013
Print Color Management
Waduh… lama sekali mendapatkan warna yang diinginkan customer dimesin cetak?? Sudah lama diadjust sana sini, tetap saja tidak dapat juga warnanya? Harusnya sehari bisa cetak 15 jenis kerjaan, terpaksa hanya bisa 8 kerjaan saja?
Ungkapan diatas merupakan hal yang sering saya dengar dari customer sebelum mereka mengikuti Training Print Color Management dari Link & Match Graphics
Print Color Management (PCM) merupakan suatu program training yang bertujuan untuk Mengatur dan Memastikan WARNA hasil cetak sesuai dengan hasil warna Digital Color Proof (DCP) yang sudah ditentukan dengan cara membuat STANDARISASI pada Bagian Prepress dan Press, untuk selanjutnya diikuti dengan Proses KALIBRASI, PROFILING dan APLIKASI pada proses produksi cetak.
Menariknya, adalah hal tentang Warna di Cetak dan Prepress bukan sekedar hal teknis yang menyangkut standarisasi, kalibrasi dan sebagainya, namun terkait juga dengan hal-hal yang berkaitan dengan Management itu sendiri. Karena PROSES dalam suatu produksi cetak merupakan rangkaian prosedur dan kebijakan, peran SDM dan system yang bersatu padu, saling terkait dan saling menunjang. Hm… bukankah ini sangat erat berkaitan dengan Konsep ISO 9001 tentang Management Mutu? Berbicara tentang standarisasi dan ketentuan ketentuan dalam proses Produksi juga terkait dan sangat erat dengan ISO 12647-2 yang mengatur tentang Proses Standard Offset.
Ada beberapa tahap proses dalam Print Color Management, diantaranya adalah :
- Analisis kondisi Press dan PrePress saat ini (current situation)
Pada Tahap ini adalah tahap mengidentifi kasi permasalahan yang ada sesuai dengan Proses produksi yang ada. Tentu tiap perusahaan percetakan memiliki konfi gurasi mesin yang berbeda beda dan juga jenis pekerjaan yang berbeda beda. - Press Optimalisasi
Pada tahap ini dilakukan beberapa pengujian berdasarkan suatu standard Testform yang dicetak dengan Target atau Standard yang disepakati (Standard Perusahaan vs Standard International). Karakteristik mesin cetak, kertas, tinta dan berbagai variable lain di bagian cetak dianalisa dan dioptimalisasi. - Prepress Optimalisasi
Pada tahap ini dilakukan pengujian berdasrkan suatu testform dan alat Bantu tools lainnya untuk mengidentifikasi standarisasi pada peralatan yang ada di prepress, baik itu linierisasi di Film maupun di pelat. Kualitas raster, resolusi dan tools QC pada Prepress. - Digital Color Proofi ng Calibration
Proses ini merupakan integrasi dari hasil optimalisasi di Prepress dan Press yang kemudian dilakukan kalibrasi dan proses Color management pada Digital Color Proofing. - Monitor Calibration
Proses ini merupakan tahap lanjutan dari proses Print Color mangement. Tampilan warna yang akurat di monitor terhadap hasil Proofing dan Cetak sangat membantu komunikasi warna antara Klien dan bagian Desain maupun Prepress.
Setelah semua proses dilakukan tentu saja proses tersebut dibuatkan Standard Operating Procedurenya dan harus diterapkan, bila terjadi perubahan dalam alur kerja, maka SOP pun harus direvisi dengan ketentuan yang disepakati. Proses panjang “membenahi” proses produksi dalam rangka membuat suatu system pengaturan warna membutuhkan pemahaman secara menyeluruh pada semua orang yang terlibat dalam produksi dan standard serta tools standarisasi dan quality harus benar benar jelas dipahami. Tentu untuk mencapai semua itu diperlukan Training dan Konsultasi serta kerjasama dengan pihak percetakan.
Apa Benefitnya?
Benefit dari Print Color Management diantaranya:
Make ready time di Cetak dapat cepat, waste menurun, sehingga produktivitas meningkat. Selain itu tentu saja semua pihak dibagian produksi (khususnya marketing) bisa percaya diri berkomunikasi tentang warna pada customer, lewat Proofi ng dan juga Monitor yang terkalibrasi. Ujung ujungnya tentu dengan efi siensi dan produktivitas yang meningkat, keuntungan juga meningkat dan hubungan dan kepuasan customer semakin tinggi.
Siapa saja yang harus mengikuti Training Print Color Management?
Dari pengalaman kami dalam memberikan training Print Color Management ini, saat proses training dan konsultasi yang wajib mengikuti adalah:
- Manager Produksi
- Kepala bagian Cetak
- Kepala bagian Pracetak
- Kepala bagian Desain
- Quality Control, dan bagian terkait lainnya
Setelah proses selesai dilaksanakan, selanjutnya disosialisasikan kepada bagian Marketing dan bagian lainnya.
Ayo.... tunggu apa lagi! Segera Implementasikan Print Color Management ditempat Anda bersama Team Link & Match Graphics
Senin, 14 Oktober 2013
Psikologi Warna
Bicara soal warna sudah tentu merupakan hal yang menarik dan tidak ada habis-habisnya, karena dapat dibahas dari berbagai sudut pandang dan disiplin ilmu. Dalam Industri Grafika, pemilihan warna suatu produk/logo/packaging mewakilkan brand yang ingin disampaikan. Mencetak warna produk/logo/packaging haruslah konsisten, tidak boleh berubah-rubah dan ada batas toleransinya. Untuk lebih mengetahui alasan pemilihan warna suatu brand, maka kita perlu memahami psikologi warna. Berikut kita simak beberapa contoh psikologi warna beserta artinya:
- Warna MERAHMerah adalah warna yang kuat sekaligus hangat. Biasanya digunakan untuk memberikan efek psikologi "panas, berani, kuat, agresif". Beberapa studi juga mengidentifikasi merah sebagai warna yang seksi. Di dalam dunia desain, kita bisa menggunakan warna merah sebagai aksen karena sifatnya yang kuat. Misalnya, foto hitam-putih diberikan aksen warna merah sedikit saja sudah bisa membuat foto tersebut terlihat berbeda.
- Warna BIRUBiru adalah warna favorit para pria dan termasuk warna yang '"dingin". Kalo di dunia desain, biru sering disebut sebagai "warna corporate", banyak digunakan sebagai warna pada logo bank di Amerika Serikat untuk memberikan kesan kepercayaan. warna biru juga melambangkan kekuatan, ketengangan, dan pilihan paling tepat untuk area yang membutuhkan konsentrasi atau suasana meditasi.
- Warna HIJAUAlami, Sehat, Keberuntungan, pembaharuan, kedamaian, juga melambangkan keteduhan. Warna daun dan rumput ini juga bisa menyegarkan suasana hati disaat lelah. Warna hijau tua sangat berkaitan dengan ketenangan seperti warna hutan yang lebat, sebaliknya warna hijau terang melambangkan kesuburan, warna ini melambangkan adanya suatu keinginan, ketabahan, dan kekerasan hati. Mempunyai kebribadian yang keras dan berkuasa. Warna hijau tidak terlalu "sukses" untuk ukuran global. Di Cina dan Perancis, kemasan dengan warna hijau tidak begitu mendapat sambutan. Tetapi di Timur Tengah, warna hijau sangat disukai karena disana banyak gurun pasir. Warna hijau melambangkan kesuburan dan kesejukan dari pepohonan.
- Warna KUNINGKuning merupakan warna yang cocok dipakai untuk penjualan atau dalam pameran karena lebih menarik di mata dibandingkan dengan warna lain. Kuning adalah warna matahari, sumber energi dan sumber cahaya alam di bumi. Sebagai salam satu warna primer, kuning adalah warna dengan efek yang kuat, sehinga secara psikologis warna ini sangat efektif diterapkan dalam hal-hal yang membutuhkan motivasi dan menaikkan mood. Kuning juga biasanya digunakan untuk mendapatkan perhatian dari orang yang melihat desain kita.
- Warna UNGUWarna ungu melambangkan kebangsawanan. Ungu merupakan warna yang unik, karena karakternya berubah-ubah begitu drastis tergantung intensitas yang dimilikinya. Warna ungu tua dengan intensitas penuh berkarakter misterius, mistis, dalam, dan angkuh. Sebaliknya warna ungu muda pastel justru memiliki karakter yang lembut, ringan dan menyenangkan. Biasanya warna ini digemari oleh mereka yang berjiwa unik, seperti desainer, entertainer, dan mereka yang memiliki kemampuan artistik yang tinggi. Dalam lingkaran warna ungu merupakan kombinasi dua warna yang memiliki karakter yang bersebrangan; Merah yang dinamis, berani, dominan, panas, dengan Biru yang tenang, statis, dan dingin.
- Warna PINK (MAGENTA)Pink identik dengan wanita, warna ini melambangkan romantisme, feminim. Memiliki sifat menuntut dalam kepasrahan, menggemaskan, dan jenaka. Pink terlihat sebagai warna yang energik dan menciptakan perasaan lembut dan bebas.
- Warna ORANGEOrange bukan warna yang serius, umumnya disukai oleh orang-orang berkepribadian "Extrovert". Dalam lingkaran warna, orange berada di tengah-tengah antara warna merah dan kuning. Orange merupakan warna yang paling hangat karena memiliki dua energi warna yang kuat; Merah yang panas, dan Kuning yang lembut. Warna ini menebarkan energi, menghangatkan hati, sekaligus memancarkan keceriaan. Dalam kehidupan sehari-hari warna orange juga diasosiasikan pada kehangatan alam. Dari sisi psikologi, orange merupakan warna persahabatan, dan dapat memecahkan kekacauan dan menciptakan rasa akrab. Pada otak manusia, orange mampu merangsang kreativitas dan daya cipta sehingga cocok diaplikasikan untuk ruang bagi kerja mereka yang berprofesi di bidang seni dan desain.
- Warna HITAMHitam dapat melambangkan keheningan, kematangan berfikir, dan kedalaman akal yang menghasilkan karya, terutama karya-karya yang bernilai seni. Tak heran jika para seniman seperti pelukis, penyair, dan pelakon teater juga menggemari warna ini. Demikian juga mereka yang berkecimpung di dunia desain seperti arsitek, desainer, fotografer. Bagi para penggemar mode, warna hitam adalah warna yang abadi, sekaligus modern dan gaya. Hitam juga sangat digemari sekaligus menampilkan kesan elegan dan mewah
Minggu, 13 Oktober 2013
5 Rahasia Sukses Color Management
Tahukah Anda, bahwa hingga detik ini salah satu permasalahan yang paling sering terjadi dalam Print Production atau proses Produksi Cetak adalah Masalah Warna?
Pernahkah Anda menghitung berapa besar kerugian yang harus dialami sebuah Percetakan apabila warna yang diinginkan Pelanggan tidak sesuai dengan hasil cetak yang di Produksi? Misalkan saja warna sebuah Iklan Produk di Majalah atau di Koran ternyata berbeda hasil cetaknya dengan contoh Proof dari Pelanggan, padahal Iklan itu sudah tercetak ribuan eksempler dan nilainya juga jutaan rupiah? Apalagi kalau yang dicetak berupa Produk Packaging? Pastinya akurasi warna yang tinggi merupakan hal mutlak yang harus dicapai.
Banyak customer saya dari percetakan mengeluh, semakin teknologi cetak dan pracetak diperbaharui, kok konsistensi warna juga semakin naik turun, dimana kecolongannya? Apalagi bila menangani pekerjaan yang repeat order, file digitalnya sama, tapi hasil cetaknya tidak sama, kalaupun akhirnya bisa sama itu harus diulang berkali kali. Wah jika suatu kerjaan harus di cetak ulang, maka sudah pasti ada biaya jutaan rupiah yang harus dikeluarkan (untuk biaya produksi cetak, material, kertas, pelat, finishing dan sebagainya) belum lagi waktu yang terbuang dan kepercayaan pelanggan menjadi menurun. Nah, untuk menghindari semua itu terjadi berulangulang ditempat Anda, maka Anda harus mengetahui:
5 point utama Rahasia Sukses Color Management
- Understand Your Workflow dan Manage Your ExpectationPahami proses alur kerja di tempat Anda dan sesuaikan seberapa besar harapan yang anda inginkan dalam presisi dan akurasi warna pada Monitor, Proofing dan Cetak? Karena tiap Perusahaan memiliki proses alur kerja yang berbeda-beda dan tingkat akurasi warna yang diinginkan juga berbeda beda.
- Miliki dan gunakan peralatan Color Managementyang tepat dan sesuai dengan standard Industri. Pastikan kualitas Monitor, Digital Printer/Proofing dan Mesin cetak, alat-alat ukur sesuai dengan Standard Industri Grafika ISO 12647 juga mengatur Standard Monitor dan Digital Color Proofing yang sesuai Industri Grafika. Hal ini penting untuk bisa menghasilkan konsistensi warna dan komunikasi warna yang akurat bagi pelanggan maupun antar bagian satu sama lain dalam Proses Cetak bagian terkait lainnya. Supaya setiap ada perubahan yang terjadi di dalam satu bagian, maka bisa dikomunikasikan dan diantisipasi perubahan yang akan terjadi.
- Control Your Incoming Job dan Your Print ProcessData digital dari customer sudah pasti bervariasi dan macam-macam, oleh karena itu sangat penting sebelum data tersebut masuk kebagian produksi kita cek dan proses dan kalau perlu kita berikan petunjuk bagaimana standard file desain yang baik untuk cetak. Kemuadian kita juga harus mengontrol proses produksi mulai dari awal hingga akhir lewat system dan prosedur yang ditetapkan bersama. Jika kita tidak bisa mengontrol proses produksi secara baik, maka kitapun tidak bisa mengontrol hasil output produk yang di cetak.
- Create Standardization dan Implementation Color Management SystemEntah Anda ingin menerapkan standard Perusahaan Anda sendiri atau sesuai Standard International, sesuaikanlah dengan kondisi dan kebutuhan Anda. Ini penting untuk memastikan “dapur” Anda aman dan terkontrol.
- Create Color Management Teamdan lakukan terus...! Continuous Improvement, buatlah Team Color Management yang bisa terdiri dari bagian Marketing, Desain, Prepress, Press dan QC atau Perubahan adalah sesuatu yang pasti terjadi di setiap bagian dalam proses cetak, misalkan perubahan keinginan pelanggan, perubahan hardware, software, material, proses kerja, bahkan system dari management.
Jumat, 11 Oktober 2013
SEMINAR COLOR CONFIDENCE in DIGITAL COLOR
Buat Anda yang bergerak di bidang Desainer Grafis, Fotografer, Print Buyer, Digital Printing, Print Production dan Packaging, kalian wajib ikuti seminar COLOR CONFIDENCE in DIGITAL COLOR yang kami akan laksanakan pada tanggal 9 November 2013 di JIExpo.
Tunggu apalagi?
AYO DAFTARKAN DIRIMU SEKARANG!!
Kamis, 10 Oktober 2013
Color Confidence Photo Studio
Kalibrasi monitor dan solusi manajemen warna terlengkap
Color Confidence Photo Studio menawarkan semua yang Anda butuhkan untuk akurasi white balance kamera Anda, mencapai warna akurat pada layar dan memverifikasi alur kerja warna Anda.
The 'all-in -one' Color Confidence Studio Photo kalibrasi dan solusi manajemen warna berisi tiga produk besar :
X - Rite ColorMunki Tampilan menawarkan tampilan kalibrasi canggih, yang cepat dan mudah memungkinkan Anda untuk memberikan secara konsisten akurat warna pada layar. The ColorMunki Display dikemas dengan fitur baru dan sangat mudah digunakan , melalui antarmuka wizard-driven intuitif, menawarkan mode tid, dengan sederhana satu-klik preset untuk total kontrol dan kegunaan, sehingga Anda dapat menghabiskan lebih banyak menembak waktu, merancang atau pencetakan.
- Automatic Display Control (ADC) menyesuaikan hardware layar Anda untuk mempercepat seluruh proses dan menghilangkan penyesuaian manual
- Advanced Filter & Optical Systems untuk akurasi warna yang tak tertandingi
- Antarmuka wizard- Driven yang menawarkan 'mudah ' dan ' maju ' mode , dengan sederhana satu-klik preset untuk total kontrol dan kegunaan
- Ambient Cahaya Cerdas Control untuk mengoptimalkan profil berdasarkan kondisi pencahayaan
- Multiple Monitor profiling
- Flare Correct™ mengukur dan menyesuaikan profil tampilan Anda untuk rasio kontras berkurang disebabkan oleh silau pada layar Anda , untuk memastikan hasil benar-benar akurat
- Pilihan Profil Proyektor dengan cepat dan akurat membuat profil proyektor untuk melihat gambar Anda pada ' layar lebar '
Kodak Color Management Check Up Kit terdiri dari satu set tujuh cetakan foto dan CD berisi file asli. Cukup membandingkan cetakan ke tampilan pada layar dan memverifikasi bahwa monitor anda warna yang benar, kemudian cetak file untuk memeriksa keakuratan printer Anda.
- Visual memeriksa akurasi warna monitor
- Periksa akurasi keluaran printer - dari printer inkjet desktop untuk foto lab di rumah kontrol
- Mengevaluasi potensi output warna printer fotografi yang berbeda
- Bandingkan implikasi warna sRGB menggunakan kamera yang lebih besar atau pemindai colourspaces profil
- Menilai kesesuaian melihat kondisi
- 7 file uji digital dengan mengacu cetakan foto di sRGB dan asli menangkap colourspace
- ICC Profile generik untuk berbagai printer fotografi Kodak menggunakan bahan keluaran Profesional
- Strip Rhem untuk memverifikasi kondisi pengamatan
- Manual produk dan Warna Keyakinan Digital Fotografi Gratis PDF
Color Mangement Total Balance adalah kartu abu-abu yang menyediakan fotografer dengan latar belakang netral untuk mengukur kondisi pencahayaan, gambar memastikan terkena dengan benar. Total Balance menawarkan semua manfaat dari kartu abu-abu tradisional dalam paket lipat nyaman dan tahan lama, yang menampilkan 18% abu-abu latar belakang netral di satu sisi dan permukaan putih di sebaliknya .
- Pra dan pasca koreksi Warna capture
- Paparan kontrol pra dan pasca penangkapan
- Penampilan warna Akurat
- Dilipat, tahan lama dan dibersihkan
- Dua sisi, abu-abu dan putih
- Situs focussing Unik
- Untuk digunakan dengan digital atau film fotografi
CARA PEMESANAN
- Pesan buku yang ingin dibeli ke (021) 8603013 / 70780350
- Transfer sesuai biaya buku ke Bank BCA Cabang Pondok Bambu No. acc : 2741433411 a.n Anne Dameria
- Kirim bukti transfer, alamat lengkap, dan no. telp ke email. info@link-match.com atau fax: 021-8603013
- Buku akan segera dikirim setelah bukti transfer diterima
Langganan:
Komentar (Atom)








