Minggu, 13 Oktober 2013

5 Rahasia Sukses Color Management

Tahukah Anda, bahwa hingga detik ini salah satu permasalahan yang paling sering terjadi dalam Print Production atau proses Produksi Cetak adalah Masalah Warna?

Pernahkah Anda menghitung berapa besar kerugian yang harus dialami sebuah Percetakan apabila warna yang diinginkan Pelanggan tidak sesuai dengan hasil cetak yang di Produksi? Misalkan saja warna sebuah Iklan Produk di Majalah atau di Koran ternyata berbeda hasil cetaknya dengan contoh Proof dari Pelanggan, padahal Iklan itu sudah tercetak ribuan eksempler dan nilainya juga jutaan rupiah? Apalagi kalau yang dicetak berupa Produk Packaging? Pastinya akurasi warna yang tinggi merupakan hal mutlak yang harus dicapai.

Banyak customer saya dari percetakan mengeluh, semakin teknologi cetak dan pracetak diperbaharui, kok konsistensi warna juga semakin naik turun, dimana kecolongannya? Apalagi bila menangani pekerjaan yang repeat order, file digitalnya sama, tapi hasil cetaknya tidak sama, kalaupun akhirnya bisa sama itu harus diulang berkali kali. Wah jika suatu kerjaan harus di cetak ulang, maka sudah pasti ada biaya jutaan rupiah yang harus dikeluarkan (untuk biaya produksi cetak, material, kertas, pelat, finishing dan sebagainya) belum lagi waktu yang terbuang dan kepercayaan pelanggan menjadi menurun. Nah, untuk menghindari semua itu terjadi berulangulang ditempat Anda, maka Anda harus mengetahui:


5 point utama Rahasia Sukses Color Management

  1. Understand Your Workflow dan Manage Your Expectation 
    Pahami proses alur kerja di tempat Anda dan sesuaikan seberapa besar harapan yang anda inginkan dalam presisi dan akurasi warna pada Monitor, Proofing dan Cetak? Karena tiap Perusahaan memiliki proses alur kerja yang berbeda-beda dan tingkat akurasi warna yang diinginkan juga berbeda beda.
  2. Miliki dan gunakan peralatan Color Management
    yang tepat dan sesuai dengan standard Industri. Pastikan kualitas Monitor, Digital Printer/Proofing dan Mesin cetak, alat-alat ukur sesuai dengan Standard Industri Grafika ISO 12647 juga mengatur Standard Monitor dan Digital Color Proofing yang sesuai Industri Grafika. Hal ini penting untuk bisa menghasilkan konsistensi warna dan komunikasi warna yang akurat bagi pelanggan maupun antar bagian satu sama lain dalam Proses Cetak bagian terkait lainnya. Supaya setiap ada perubahan yang terjadi di dalam satu bagian, maka bisa dikomunikasikan dan diantisipasi perubahan yang akan terjadi.
  3. Control Your Incoming Job dan Your Print Process
    Data digital dari customer sudah pasti bervariasi dan macam-macam, oleh karena itu sangat penting sebelum data tersebut masuk kebagian produksi kita cek dan proses dan kalau perlu kita berikan petunjuk bagaimana standard file desain yang baik untuk cetak. Kemuadian kita juga harus mengontrol proses produksi mulai dari awal hingga akhir lewat system dan prosedur yang ditetapkan bersama. Jika kita tidak bisa mengontrol proses produksi secara baik, maka kitapun tidak bisa mengontrol hasil output produk yang di cetak.
  4. Create Standardization dan Implementation Color Management System
    Entah Anda ingin menerapkan standard Perusahaan Anda sendiri atau sesuai Standard International, sesuaikanlah dengan kondisi dan kebutuhan Anda. Ini penting untuk memastikan “dapur” Anda aman dan terkontrol.
  5. Create Color Management Team
    dan lakukan terus...! Continuous Improvement, buatlah Team Color Management yang bisa terdiri dari bagian Marketing, Desain, Prepress, Press dan QC atau Perubahan adalah sesuatu yang pasti terjadi di setiap bagian dalam proses cetak, misalkan perubahan keinginan pelanggan, perubahan hardware, software, material, proses kerja, bahkan system dari management.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar