Brian Tracy berkata pada bukunya yang berjudul "Change Your Mindset, Change Your Life". UBAH POLA PIKIR Anda maka akan merubah hidup anda. Pola pikir seseorang akan memengaruhi EMOSI dan emosi akan memengaruhi TINDAKAN dan tindakan akan memengaruhi hasil.
Demikian juga halnya dengan WARNA yang merupakan salah satu KEY POINT penting dalam industri Grafika. Ada beberapa mindset/pola pikir yang KURANG TEPAT untuk tetap di pegang di era digital saat ini.
Perubahan teknologi, sistem kerja permintaan, kebutuhan customer, dan lain sebagainya menuntut pula perubahan POLA PIKIR setiap orang yang terlibat dalam proses produksi dalam Industri Grafika, diantaranya adalah:
- Mesin cetak bisa "MENGEJAR WARNA" atau "KOREKSI WARNA"Pola pikir ini terbentuk di era Computer to Film (CtF), dimana percetakan hanya menerima film separasi warna dan progressive proof/printer proof dari kliennya, sehingga percetakan harus memenuhi keinginan klien dan "MENGEJAR WARNA" sedemikian rupa. Namun pada era digital dan era Computer to Plate (CtP) dan Direct Imanging, konsep tersebut tidak berlaku lagi karena sudah munculnya konsep "Standarisasi" dan Standar Internasional.
- Urusan Warna adalah Urusan PercetakanPola pikir inipun sudahtidak tepat lagi, karena pada saat ini dengan adanya tuntutan kecepatan dan harga bersaing, maka perlu ada kerjasama antara yang membuat dan yang mempersiapkan file digital dengan yang memproduksi/mencetak file tersebut. Komunikasi warna yang efektif harus dibangun oleh kedua pihak pada akhirnya mencapai "WIN-WIN SOLUTION".
- Kalau sudah beli Software dan Hardware Color Management, maka semua pasalah pasti beres
Pola pikir ini tidaklah tepat, dikarenakan ibarat sebuah parasut, jika tidak dibuka maka tidak dapat berfungsi. Software dan Hardware Color Management pun jika tidak digunakan dan di praktekkan dengan benar dan terkontrol maka hasilnya pun tidak optimal dan tetap muncul masalah. - Desainer Grafis TIDAK PERLU belajar tentang Proses Produksi Cetak
Tentu saja pola pikir ini berlaku buat para Desainer Grafis yang mau melewatkan "PELUANG" menjadi desainer grafis profesional. Seorang Desainer Grafis Profesional "TAU PERSIS" dan bertanggung jawab terhadap hasil akhir produk yang di desainnya (punya tim yang memahami Print Production). Bukan sekedar bagus di monitor maupun digital proof saja, tetapi juga bagus sampai hasil cetaknya. Dengan mengetahui proses produksi, maka seorang Desainer Grafis bisa berkomunikasi dan mengantisipasi masalah-masalah yang mungkin terjadi - Color Management itu RIBET
Hahaha, itu persis sama dengan pendapat saya beberapa tahun yang lalu, tetapi untungnya istilah Color Management itu RIBET sudah saya ganti dengan Color Management itu Mudah dan Asyik. Mengapa? Simple saja, karena kalau orang saudah tau konsepnya, punya software dan hardware-nya, lalu bekerja sama dengan spesialisnya, maka tentu tidak sulit. Sulit ketika kita tidak paham dan tidak mengimplementasikannya dengan benar. Dan jangan lupa pastinya salah satu BENEFIT dari Color Management adalah membuat hidup anda lebih mudah punya waktu luang untuk hal-hal yang lebih penting (refreshing, dll).
Anda ingin mengubah masalah-masalah warna menjadi BENEFIT yang bisa menjadi KEUNGGULAN PERUSAHAAN atau pekerjaan anda? UBAH MINDSET ANDA!! Dan mari bekerja sama dengan Color Management Solution.
STAY POSITIVE
STAY STRONG
Tidak ada komentar:
Posting Komentar